Lembaga Adat Pesawaran Angkat Bicara Bukan Hanya MPAL

Lembaga Adat Pesawaran Angkat Bicara Bukan Hanya MPAL

Pesawaran, Lampung (KASTV) - Menyikapi polemik anatara lembaga adat (MPAL - Red) dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran,  ketua Dewan penyimbang adat Lampung kabupaten pesawaran (DPAL -Red)  Maulana Marsat Raja Niti gelar Sutan Tuan Mengemukan bahwa lembaga adat yang ada di Kabupaten Pesawaran bukan hanya MPAL.


"Dipesawaran ini bukan hanya MPAL melainkan ada baberapa lembaga adat, diantaranya ada Dewan Penyimbang Adat Lampung (DPAL-Red) dan juga ada Ajang Saibatin Kabupaten pesawaran, adapun semua lembaga lembaga adat tersebut semuanya legal dan terdaftar di kesbangpol" kata Maulana.


Selanjutnya ia mengatakan lagi bahwa kami tidak pernah mendapatkan pasilitas dari pemda pesawaran.


"Kami juga sebagai ketua dilembaga adat ( DPAL-Red) tidak pernah mendapatkan perhatian dan pasilitas dari pemda pesawaran, seperti kendaraan, kantor, dan anggaran seperti halnya yang didapatkan oleh MPAL dari pemda pesawaran. dan kami juga tidak pernah protes terhadap pemda pesawaran, bukan berarti kami tidak tau apa yang telah didapatkan oleh MPAL dari pemda pesawaran" jelas Sutan Tuan.  


Berkaitan dengan beredarnya berita protes dari lembaga adat, Majlis Penyimbang Adat Lampung  (MPAL-Red) tentang kedatangan putri indonesia kekabupaten pesawaran yang mana MPAL tidak mendapatkan undangan pada waktu lalu itu menurut Alzir sebuah kesalah pahaman.


"Acara tersebut itu bukan acara dinas pariwisata kabupaten pesawaran, namun agenda murni dari yayasan putri indonesia yang berkunjung sekaligus berwisata kepulau pahawang, itu bukan acara kegiatan dunas pariwisata, karena dinas pariwisata pesawaran hanya berinisitip mensuport tamu yang datang" Jelasnya Alzir.


Tambah Alzir mengatakan lagi bahwa "Acara kementerian pariwisata itu juga dihadiri langsung oleh menteri sandiaga Uno itu adalah kegiatan dari kementerian pusat, yang menggunakan anggaran dari kementerian pariwisata" terangnya.


Selain itu, atas adanya polemik antara MPAL dengan Dinas Pariwisata kabupaten pesawaran, Alzir menyayangkan dan menyesalkan atas kejadian tersebut.


"Mestinya kita bersyukur kabupaten pesawaran ditunjuk dan dipinta menjadi tuan rumah bukan sebaliknya  permasalahan ini dijadikan sebuah polemik" tutup Alzir.   (Azir)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال