Ratusan Orang Pedagang Pasar Mbilim Kayam Bersedia di Relokasikan Ke Pasar Baru Snon Bukor

Ratusan Orang Pedagang Pasar Mbilim Kayam Bersedia di Relokasikan Ke Pasar Baru Snon Bukor

Waisai,(KASTV) – Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melalui Dinas Teknis Perindustrian dan Perdagangan akan tetap merelokasikan pedagang pasar Mbilim kayam ke Pasar Baru Snon Bukor. Hal itu di Katakan Kepala Disperindag  Syamsuddin Samuel Nimanuho,SE. Senin, (10/7/2023).


Syamsuddin mengatakan, Dinas Perindustrian dan perdagangan menjalankan apa yang sudah  di bahas dalam sidang DPRK terutama dalam pandangan akhir fraksi, Pasar Snon Bukor menjadi salah satu rekomendasi dari Fraksi demokrat agar segera direlokasikan tahun 2023.

Jumlah Pedagang-pedagang Pasar Lama Mbilim Kayam,sepakat direlokasikan ke pasar baru Snon Bukor /Ft-Kastv)

Menanggapi aksi unjuk rasa para pedagang pasar mbilim kayam yang menyebutkan bahwa, pasar baru Snon Bukor tidak layak. Sebagai Pemerintah kami tetap punya cara sendiri untuk bersikap terutama melihat dari estetika wajah kota, salah-satunya terlihat dari pemandangan pasar Mbilim kayam sangat tidak layak. 


Dia juga menyebutkan bahwa sebanyak 264  pedagang di Pasar Mbilim Kayam akan menyetujui dan membuat pernyataan akan pindah ke pasar baru Snon Bukor. Pemindahan dilakukan karena telah disepakati bersama antara pedagang dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Surat Pernyataan Pindah Para Pedagang Pasar Mbilim Kayam ke Pasar Snon Bukor /Ft-Kastv)

Kemudian persoalan fasilitas pasar Snon Bukor, jelas Samsuddin, sudah dilengkapi fasilitas yang lengkap. “air bersih, WC, hanya saja penerangan jalan dan pelebaran jalan, tapi itu pun bulan depan sudah diturunkan selain itu untuk los tidak ada sewa menyewa, akan tetapi pedagang harus membayar Retribusi Rp.200 ribu rupiah.


Ketua fraksi demokrat DPRK Raja Ampat Muh.Taufik Sarasa,ST.Mengatakan Fraksi Demokrat sebagai Fraksi Pemerintah daerah tetap akan setuju apa yang dilakukan dinas perindustrian dan perdagangan melalui surat edaran.


“Kami sangat setuju karena hampir setiap tahun pasar snon bukor selalu mendapatkan anggaran untuk biaya pemeliharaannya," ucapnya


Selain itu, kita melihat secara estetika sebenarnya sudah sangat tidak layak, apalagi pasar tersebut berada di ibu kota waisai yang merupakan wajah dari pada kabupaten Raja ampat yang merupakan daerah pariwisata.


"Sangat tidak cocok kalau pasar berada disitu apalagi di lokasi pantai WTC," terangnya


Pihaknya juga sebagai ketua komisi II DPRK Raja Ampat berharap agar dinas Perindag bisa bekerja sama dengan Dinas PU, Dinas Perhubungan untuk menata akses keluar maupun masuk agar tidak mengganggu aktivitas pasar, pada prinsipnya partai demokrat mendukung.


"Saya kira jika pasar lama direlokasi ke pasar baru Snon Bukor maka sudah pasti Kelurahan/distrik kota berpeluang untuk menata kembali lokasi pasar lama untuk bisa dijadikan taman kota tempat rekreasi karena berdekatan dengan pantai WTC." tutup Taufik Anggota DPRK Raja Ampat.

(rep/der)

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال