Pengamat Soroti Pemangkasan Anggaran Belanja Negara 2025 Sebesar Rp306,7 Triliun

Pengamat Soroti Pemangkasan Anggaran Belanja Negara 2025 Sebesar Rp306,7 Triliun



JAKARTA - Managing Director Political Economy and Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan, menyoroti keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memangkas anggaran belanja negara 2025 sebesar Rp306,7 triliun.

 

Pemangkasan ini mencakup pengurangan anggaran kementerian dan lembaga sebesar Rp256,1 triliun serta dana transfer ke daerah senilai Rp50,6 triliun. Ia juga mencatat bahwa alokasi untuk perjalanan dinas dan alat tulis kantor (ATK) mengalami pemotongan signifikan.

 

"Banyak masyarakat terkejut dan merasa prihatin karena pemangkasan anggaran ini dikhawatirkan dapat menyebabkan kontraksi ekonomi," ujar Anthony pada Selasa (11/2/2025).

 

Namun, ia menegaskan bahwa kekhawatiran tersebut tidak memiliki dasar yang kuat. Meskipun ada pemotongan pada beberapa pos anggaran, total belanja negara yang sudah ditetapkan dalam APBN tetap sebesar Rp3.621,3 triliun.

 

"Selama total belanja negara tidak berubah, hanya terjadi pergeseran dari satu pos ke pos lainnya, maka dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi tidak akan signifikan, dengan asumsi faktor lain tetap sama (ceteris paribus)," jelasnya.

 

Anthony juga menegaskan bahwa kebijakan ini bukan merupakan bentuk fiskal kontraktif, melainkan strategi redistribusi pendapatan.

 

"Realokasi anggaran pada dasarnya adalah bentuk kebijakan yang menunjukkan keberpihakan terhadap kelompok masyarakat tertentu dibandingkan kelompok lainnya," paparnya.

 

Menurutnya, kebijakan fiskal ini menekankan pentingnya redistribusi pendapatan. Dalam hal ini, anggaran di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo tampaknya tidak terlalu memprioritaskan sektor infrastruktur, melainkan lebih difokuskan pada masyarakat miskin, terutama dalam program makan bergizi gratis.

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال